Natal dan Penguatan Nilai Kebersamaan di Sekolah Dasar
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya – Perayaan Natal yang setiap tahun menjadi perhatian masyarakat luas dapat dimanfaatkan oleh sekolah dasar sebagai sarana pembelajaran nilai kebersamaan dan toleransi. Di tengah keberagaman latar belakang siswa, momentum ini menjadi kesempatan bagi sekolah untuk menanamkan sikap saling menghormati dan hidup rukun sejak usia dini. Pembelajaran berbasis peristiwa sosial seperti Natal membantu siswa memahami realitas keberagaman yang ada di lingkungan sekitarnya.
Dalam praktik pembelajaran, guru dapat mengenalkan Natal secara umum sebagai simbol kasih, kepedulian, dan semangat berbagi, tanpa memasuki ranah keyakinan atau doktrin keagamaan tertentu. Pendekatan ini penting agar pembelajaran tetap bersifat inklusif dan menghormati keberagaman agama siswa. Dengan cara tersebut, siswa belajar memaknai perayaan keagamaan sebagai bagian dari kehidupan sosial yang harus dihargai bersama.
Kegiatan pembelajaran dapat dikemas melalui diskusi ringan, cerita bergambar, atau pemutaran video edukatif yang menggambarkan nilai kebersamaan dan kepedulian antar sesama. Melalui aktivitas ini, siswa diajak berdialog, menyampaikan pendapat, dan mendengarkan pandangan teman yang berbeda. Proses ini melatih kemampuan sosial dan komunikasi siswa sekaligus memperkuat pemahaman tentang pentingnya hidup berdampingan secara damai.
Nilai toleransi dan kebersamaan yang ditanamkan melalui pembelajaran ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh. Pendidikan dasar yang menekankan nilai perdamaian dan penghargaan terhadap perbedaan berkontribusi langsung pada terbentuknya masyarakat yang harmonis di masa depan.
Sekolah dasar memiliki peran strategis dalam membangun budaya saling menghargai dan menghormati perbedaan sejak dini. Dengan memanfaatkan momentum perayaan Natal secara edukatif dan kontekstual, sekolah dapat menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya memperkaya pengetahuan siswa, tetapi juga membentuk karakter sosial yang kuat. Hal ini menegaskan bahwa pendidikan dasar merupakan fondasi penting dalam menciptakan generasi yang toleran dan berkeadaban.
# # #
Penulis: Nabila Mutiara Febriyanti