Pelatihan Guru Prompt Engineering: Kunci Memaksimalkan Potensi ChatGPT dalam Kelas SD
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Meskipun ChatGPT mudah diakses, mendapatkan hasil keluaran yang berkualitas dan relevan untuk kebutuhan spesifik Sekolah Dasar (SD) memerlukan keahlian khusus yang dikenal sebagai Prompt Engineering. Pelatihan ini adalah kunci untuk mengubah AI dari sekadar mesin penjawab pertanyaan menjadi alat bantu pedagogis yang efektif. Guru SD kini didorong untuk menguasai seni memberikan perintah (prompt) yang tepat agar dapat memaksimalkan potensi chatbot di dalam kelas.
Prompt engineering bagi guru SD bukan hanya tentang mengajukan pertanyaan, tetapi tentang menetapkan peran dan parameter yang jelas kepada AI. Guru diajarkan untuk memulai prompt dengan, "Berperanlah sebagai seorang ahli kurikulum pendidikan dasar yang merancang kegiatan untuk siswa Kelas 2," sebelum mengajukan permintaan spesifik. Dengan menetapkan peran ini, output yang dihasilkan AI akan lebih fokus, menggunakan bahasa yang sesuai dengan tingkat usia siswa, dan mengikuti standar pendidikan yang berlaku.
Pelatihan ini juga mencakup teknik memecah tugas kompleks menjadi perintah kecil. Misalnya, daripada meminta AI "buatkan soal ujian akhir tahun," guru dilatih untuk meminta secara bertahap: 1) "Buatkan 5 poin penting tentang magnet untuk Kelas 6," 2) "Dari poin-poin tersebut, buatkan 10 soal pilihan ganda dengan 4 opsi," dan 3) "Koreksi soal-soal tersebut agar bahasa yang digunakan lebih sederhana dan tidak ambigu." Proses bertahap ini meningkatkan akurasi dan kualitas akhir materi ajar.
Selain efisiensi, penguasaan prompt engineering juga mendorong kreativitas kurikulum. Guru dapat meminta AI untuk menggabungkan dua topik yang tampaknya tidak berhubungan (misalnya, pelajaran Sejarah dengan konsep Fraksi Matematika) dan menghasilkan ide proyek yang unik. Kemampuan ini memberdayakan guru SD untuk menciptakan pengalaman belajar lintas-kurikulum yang inovatif dan mendalam.
Secara keseluruhan, pelatihan prompt engineering adalah investasi krusial dalam pengembangan profesional guru SD di era AI. Dengan menguasai keterampilan berkomunikasi dengan AI, guru memastikan bahwa teknologi ini tidak hanya digunakan sebagai jalan pintas, tetapi sebagai mitra yang cerdas untuk meningkatkan kualitas perencanaan, personalisasi, dan penyampaian materi pembelajaran dasar.