Pemanfaatan Seni Wayang sebagai Media Pembelajaran Budaya
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — UNESCO telah menetapkan seni wayang sebagai Masterpiece of
Oral and Intangible Heritage of Humanity sebagai salah satu warisan budaya
Indonesia. Wayang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga berfungsi
sebagai media untuk mengajarkan nilai moral, filosofi kehidupan, dan kearifan
lokal. Seni wayang memiliki potensi besar untuk digunakan sebagai media pembelajaran
budaya yang menarik, interaktif, dan sarat makna dalam pendidikan.
Seni wayang sebagai media
pembelajaran mampu merangsang imajinasi dan kreativitas siswa. Guru dapat
memanfaatkan pertunjukan wayang, baik tradisional maupun digital, untuk menyampaikan
materi pelajaran. Misalnya, dalam pelajaran seni budaya, siswa dapat diajak
membuat boneka wayang sederhana dan memamerkannya untuk menyampaikan pesan
moral tertentu. Oleh karena itu, belajar menjadi lebih aktif, kreatif, dan
menyenangkan. Dengan memasukkan teknologi ke dalam seni wayang, terbuka peluang
baru untuk pembelajaran budaya. Pertunjukan wayang dapat direkam, diubah
menjadi animasi, atau menjadi aplikasi interaktif. Siswa yang tinggal di daerah
perkotaan atau jauh dari pusat kebudayaan dapat tetap mengakses dan mempelajari
seni wayang dengan cara ini. Metode ini memungkinkan generasi muda untuk
belajar tentang warisan budaya tanpa merasa bosan atau ketinggalan zaman.
Pemanfaatan seni wayang sebagai
media pembelajaran budaya sejalan dengan upaya pelestarian budaya. Dengan
melibatkan siswa secara langsung dalam proses pembelajaran, mereka tidak hanya
memahami nilai-nilai yang terkandung dalam seni wayang, tetapi juga terdorong
untuk ikut melestarikan dan mempromosikan seni wayang kepada masyarakat luas. Seni
wayang dapat berfungsi sebagai jembatan antara tradisi dan modernitas jika
digunakan dengan benar dalam pembelajaran budaya. Selain berfungsi sebagai
sarana pendidikan, penggunaan wayang dalam pembelajaran budaya juga dapat
meningkatkan rasa bangga dan kecintaan generasi muda terhadap warisan budaya
bangsa.
###
Penulis: Sabila Widyawati
Dokumentasi: Pinterest