Pembelajaran Autentik dalam Pendidikan Sekolah Dasar
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya —Pembelajaran autentik menekankan keterkaitan antara materi dan kehidupan nyata. Di sekolah dasar, pendekatan ini membantu siswa memahami relevansi belajar. Anak belajar melalui situasi nyata. Pembelajaran tidak bersifat abstrak semata. Sekolah menjadi ruang simulasi kehidupan.
Secara teoritis, pembelajaran autentik berakar pada teori konstruktivisme. Pengetahuan dibangun melalui konteks nyata. Guru merancang tugas yang bermakna. Siswa terlibat secara aktif. Pembelajaran menjadi kontekstual.
Dalam praktik pembelajaran SD, tugas autentik dapat berupa proyek sederhana. Materi IPA dan IPS dapat dikaitkan dengan lingkungan sekitar. Siswa belajar melalui pengalaman langsung. Aktivitas ini meningkatkan motivasi belajar. Pembelajaran menjadi relevan.
Pembelajaran autentik juga mendukung evaluasi bermakna. Penilaian berfokus pada proses dan hasil. Guru memberikan umpan balik konstruktif. Siswa memahami tujuan belajar. Pembelajaran berorientasi pada pemahaman.
Dengan demikian, pembelajaran autentik memperkuat pendidikan dasar. Sekolah menjadi ruang belajar nyata. Siswa memahami makna belajar. Pendidikan dasar menjadi lebih kontekstual.
Penulis: Aida Meilina