Pembelajaran Berbasis Budaya Lokal di Sekolah Dasar
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya —Budaya lokal merupakan sumber belajar yang kaya dalam pendidikan dasar. Sekolah dasar memiliki peran penting dalam melestarikan budaya. Anak perlu mengenal identitas budayanya sejak dini. Pembelajaran berbasis budaya lokal memberikan konteks yang bermakna. Sekolah menjadi ruang pewarisan budaya.
Secara teoritis, pembelajaran berbasis budaya berakar pada pendekatan sosiokultural. Pengetahuan dibangun dalam konteks budaya. Anak belajar melalui interaksi dengan lingkungan sosialnya. Guru berperan sebagai mediator budaya. Pembelajaran menjadi relevan dan kontekstual.
Dalam praktik pembelajaran SD, budaya lokal dapat diintegrasikan dalam berbagai mata pelajaran. Materi Bahasa Indonesia dapat memuat cerita rakyat. IPS dapat mengkaji tradisi setempat. Aktivitas pembelajaran menjadi lebih dekat dengan dunia anak. Siswa belajar menghargai budayanya sendiri.
Pembelajaran berbasis budaya juga mendukung pembentukan identitas. Anak merasa bangga terhadap budayanya. Guru perlu kreatif dalam merancang pembelajaran. Kolaborasi dengan masyarakat lokal dapat dilakukan. Sekolah menjadi pusat pembelajaran budaya.
Dengan demikian, pembelajaran berbasis budaya lokal memperkuat fungsi pendidikan dasar. Sekolah menjadi ruang pelestarian budaya. Pendidikan dasar berkontribusi pada keberlanjutan nilai lokal. Anak tumbuh sebagai individu yang berakar pada budayanya.
Penulis: Aida Meilina