Pembelajaran Berbasis Masalah dalam Pendidikan Dasar
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya —Pembelajaran berbasis masalah menjadi salah satu pendekatan yang relevan dalam pendidikan dasar kontemporer. Pendekatan ini menempatkan masalah sebagai titik awal pembelajaran. Siswa diajak untuk berpikir, bertanya, dan mencari solusi. Pembelajaran tidak lagi bersifat satu arah. Anak dilibatkan secara aktif dalam proses belajar.
Secara teoritis, pembelajaran berbasis masalah berakar pada teori konstruktivisme. Pengetahuan dibangun melalui pengalaman dan pemecahan masalah. Siswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan analitis. Guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing proses belajar. Pembelajaran menjadi lebih bermakna dan kontekstual.
Dalam praktik pembelajaran SD, masalah yang diangkat harus sesuai dengan dunia anak. Materi IPA dapat mengangkat masalah lingkungan sekitar. Pembelajaran IPS dapat mengkaji masalah sosial sederhana. Siswa diajak berdiskusi dan bekerja sama. Aktivitas ini melatih keterampilan sosial dan kognitif.
Pendekatan ini juga mendorong keterlibatan aktif siswa. Siswa belajar mengemukakan pendapat dan menghargai pandangan orang lain. Proses belajar menjadi dinamis dan dialogis. Guru perlu merancang skenario pembelajaran yang matang. Masalah harus dirancang agar menantang namun tetap realistis.
Dengan demikian, pembelajaran berbasis masalah memperkaya praktik pendidikan dasar. Pendekatan ini menyiapkan siswa menghadapi tantangan kehidupan nyata. Pendidikan dasar menjadi fondasi pengembangan berpikir kritis. Sekolah berfungsi sebagai ruang belajar yang reflektif dan solutif.
Penulis: Aida Meilina