Pembelajaran Humanistik dalam Konteks Pendidikan Dasar
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya —Pendekatan humanistik memandang siswa sebagai individu yang utuh. Pendidikan dasar tidak hanya mengembangkan aspek kognitif. Aspek emosional dan sosial juga menjadi perhatian. Sekolah dasar berperan membentuk kepribadian anak. Pembelajaran harus menghargai kemanusiaan siswa.
Secara teoritis, pembelajaran humanistik berakar pada pemikiran Abraham Maslow dan Carl Rogers. Kebutuhan dasar siswa harus terpenuhi agar belajar optimal. Hubungan positif antara guru dan siswa menjadi kunci. Pembelajaran berlangsung dalam suasana aman. Anak merasa diterima dan dihargai.
Dalam praktik pembelajaran SD, pendekatan humanistik diwujudkan melalui komunikasi empatik. Guru mendengarkan suara siswa. Pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan emosional anak. Materi ke-SD-an disampaikan secara kontekstual. Lingkungan kelas mendukung rasa nyaman.
Pendekatan ini juga mendorong motivasi intrinsik siswa. Anak belajar karena ingin, bukan karena terpaksa. Guru memberikan penguatan positif. Pembelajaran menjadi pengalaman yang menyenangkan. Hubungan interpersonal menjadi dasar proses belajar.
Dengan demikian, pembelajaran humanistik memperkuat pendidikan dasar. Sekolah menjadi ruang tumbuh yang manusiawi. Siswa berkembang secara holistik. Pendidikan dasar berkontribusi pada kesejahteraan siswa.
Penulis: Aida Meilina