Pembelajaran IPS dengan Studi Peristiwa Penting Proklamasi
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di sekolah dasar
sangat penting untuk menanamkan nilai-nilai nasional kepada siswa. Studi
peristiwa penting Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 adalah
salah satu bahan yang dapat berguna. Peristiwa ini tidak hanya menjadi catatan
sejarah, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya untuk mencintai
tanah air dan menghargai perjuangan para pahlawan. Dengan menyelidiki peristiwa
Proklamasi, siswa dapat memperoleh pemahaman tentang bagaimana perjuangan
bangsa Indonesia dilakukan melalui tekad, persatuan, dan pengorbanan. Guru
dapat menggunakan foto dokumentasi, rekaman suara pembacaan teks proklamasi
oleh Ir. Soekarno, atau film sejarah. Siswa tidak hanya belajar tentang
peristiwa sejarah dengan cara ini, tetapi mereka juga merasakan suasana hati
orang-orang yang hidup pada saat itu.
Kunjungan ke museum sejarah, role
play, atau diskusi kelompok adalah beberapa cara untuk mengembangkan
pembelajaran IPS dengan topik Proklamasi. Misalnya, siswa diminta untuk
memerankan Ir. Soekarno, Dr. Mohammad Hatta, atau Fatmawati yang menjahit
bendera pusaka. Dalam aktivitas ini, siswa dilatih untuk memahami peran
masing-masing karakter dan bekerja sama. Guru juga dapat membantu siswa
mengaitkan prinsip-prinsip Proklamasi dengan kehidupan sehari-hari. Dalam
kegiatan sekolah, seperti bekerja sama dalam kelompok atau membersihkan
lingkungan, prinsip solidaritas, pantang menyerah, dan rasa tanggung jawab
dapat diterapkan. Oleh karena itu, sejarah tidak hanya diingat tetapi juga
dipraktikkan.
Dalam konteks Kurikulum Merdeka,
studi peristiwa Proklamasi dapat digabungkan dengan proyek profil siswa
Pancasila, khususnya dimensi "Berkebinekaan Global" dan
"Bernalar Kritis." Ini akan memungkinkan siswa untuk belajar
menghargai proses pengambilan keputusan bersama dan menganalisis perbedaan
pendapat di antara tokoh sebelum Proklamasi sebagai bentuk dinamika demokrasi.
Pembelajaran IPS yang menggunakan
peristiwa Proklamasi sebagai studi kasus membangun karakter dan identitas
nasional selain mengajarkan sejarah. Guru dapat membuat materi relevan,
menarik, dan membekas di hati siswa dengan menggunakan pendekatan kreatif dan
kontekstual. Sejarah Proklamasi adalah sumber inspirasi untuk membangun masa
depan, bukan hanya sejarah. Salah satu tanggung jawab pendidikan adalah menjaga
agar semangat itu tetap hidup di setiap generasi.
###
Penulis: Sabila
Widyawati
Dokumentasi: Pinterest