Pendekatan Deep Learning dalam Pembelajaran Sekolah Dasar
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya —Konsep deep learning dalam pendidikan dasar semakin mendapatkan perhatian dalam diskursus pendidikan kontemporer. Deep learning tidak dimaknai sebagai penggunaan teknologi semata, melainkan sebagai proses pembelajaran yang mendorong pemahaman mendalam. Pada jenjang SD, pendekatan ini menekankan pada makna, bukan hafalan. Siswa diajak memahami konsep secara menyeluruh dan reflektif. Hal ini relevan dengan karakteristik perkembangan kognitif anak usia sekolah dasar.
Secara teoritis, deep learning berakar pada teori belajar bermakna yang dikemukakan oleh Ausubel. Pengetahuan baru akan bermakna apabila dikaitkan dengan struktur kognitif yang sudah dimiliki siswa. Oleh karena itu, guru perlu menggali pengetahuan awal siswa sebelum memulai pembelajaran. Proses ini memungkinkan terjadinya asimilasi dan akomodasi konsep. Pembelajaran menjadi lebih personal dan kontekstual.
Dalam konteks materi ke-SD-an, deep learning dapat diterapkan pada pembelajaran IPA, IPS, maupun Matematika. Misalnya, pada pembelajaran cuaca, siswa tidak hanya menghafal jenis-jenis cuaca. Mereka diajak menganalisis dampak cuaca terhadap aktivitas manusia dan lingkungan. Diskusi, eksperimen sederhana, dan refleksi menjadi bagian penting dari proses belajar. Dengan demikian, siswa membangun pemahaman yang lebih mendalam.
Pendekatan ini juga mendorong praktik pembelajaran yang berpusat pada siswa. Guru berperan sebagai perancang pengalaman belajar yang bermakna. Aktivitas pembelajaran dirancang untuk menantang nalar dan rasa ingin tahu siswa. Penilaian tidak hanya berfokus pada hasil tes, tetapi juga pada proses berpikir siswa. Hal ini sejalan dengan prinsip asesmen autentik dalam pendidikan dasar.
Dengan penerapan deep learning, pembelajaran di sekolah dasar menjadi lebih bermakna dan relevan. Siswa tidak hanya belajar untuk menjawab soal, tetapi untuk memahami dunia di sekitarnya. Pendekatan ini berkontribusi pada pembentukan profil pelajar yang kritis dan reflektif. Pendidikan dasar pun berfungsi sebagai fondasi kuat bagi pembelajaran sepanjang hayat.
Penulis: Aida Meilina