Pendekatan Tematik dalam Kurikulum Sekolah Dasar
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya —Pendekatan tematik merupakan ciri khas pembelajaran di sekolah dasar. Pendekatan ini mengintegrasikan berbagai mata pelajaran dalam satu tema. Tujuannya adalah memberikan pengalaman belajar yang utuh dan bermakna. Siswa tidak belajar secara terpisah-pisah. Pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan holistik.
Secara teoritis, pendekatan tematik berlandaskan pada prinsip pembelajaran terpadu. Pengetahuan dipandang sebagai satu kesatuan yang saling terkait. Anak usia SD lebih mudah memahami konsep melalui pengalaman konkret. Pendekatan tematik memfasilitasi kebutuhan perkembangan tersebut. Guru dapat mengaitkan konsep dari berbagai mata pelajaran.
Dalam praktik, pendekatan tematik memungkinkan integrasi materi ke-SD-an secara fleksibel. Misalnya, tema lingkungan dapat mencakup IPA, IPS, dan Bahasa Indonesia. Siswa belajar tentang alam, masyarakat, dan kemampuan berbahasa secara bersamaan. Aktivitas pembelajaran dirancang bervariasi dan kreatif. Hal ini meningkatkan motivasi belajar siswa.
Pendekatan tematik juga mendukung pembelajaran bermakna. Siswa memahami hubungan antar konsep. Pembelajaran tidak hanya berfokus pada target kurikulum, tetapi juga pada pemahaman siswa. Guru perlu memiliki kemampuan perencanaan yang baik. Rencana pembelajaran harus runtut dan sistematis.
Dengan demikian, pendekatan tematik menjadi strategi efektif dalam pendidikan dasar. Pendekatan ini sesuai dengan karakteristik siswa SD. Integrasi materi memperkuat pemahaman konsep. Pendidikan dasar yang tematik memberikan pengalaman belajar yang lebih kaya dan bermakna.
Penulis: Aida Meilina