Pendidikan Multikultural: Merayakan Kemerdekaan dalam Keberagaman
S2dikdas.fip.unesa.ac.id. SURABAYA— Sekolah-sekolah memanfaatkan
momentum peringatan kemerdekaan untuk menanamkan nilai multikultural kepada
siswa. Melalui kegiatan kolaboratif yang melibatkan berbagai latar belakang
budaya, guru dan peserta didik bersama-sama merayakan kemerdekaan sambil
menguatkan sikap saling menghargai perbedaan.
Pendidikan multikultural menjadi salah satu pendekatan pembelajaran
yang relevan di tengah masyarakat yang beragam. Melalui perayaan kemerdekaan,
siswa diajak memahami bahwa kekuatan bangsa terletak pada keberagaman yang
dimiliki. Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung tentang pentingnya
toleransi, gotong royong, dan rasa persaudaraan.
Beberapa bentuk kegiatan yang dilaksanakan antara lain:
1. Pameran budaya yang menampilkan pakaian adat, tarian, dan kuliner
dari berbagai daerah.
2. Lomba seni dan cerita rakyat yang mengangkat kisah dari beragam
suku di Indonesia.
3. Diskusi lintas kelas untuk membahas peran perbedaan budaya dalam
membangun bangsa.
4. Upacara kemerdekaan tematik yang menghadirkan simbol-simbol
kebhinekaan.
Guru berperan sebagai pengarah kegiatan sekaligus mediator
pembelajaran, memastikan setiap siswa merasa dihargai. Sementara itu, siswa
berperan aktif sebagai pelaku kegiatan, baik dalam menampilkan budaya sendiri
maupun mempelajari budaya lain. Interaksi ini menciptakan suasana belajar yang
inklusif dan harmonis.
Melalui pendidikan multikultural, peringatan kemerdekaan tidak hanya
menjadi momen historis, tetapi juga sarana untuk memperkuat persatuan di tengah
keberagaman. Nilai-nilai saling menghargai dan memahami perbedaan diharapkan
dapat terus tertanam, membentuk generasi yang siap menjaga keutuhan bangsa di
masa depan.
Penulis: Shevila Salsabila Al Aziz
Sumber: Google