Pendidikan Tinggi dan Tanggung Jawab Sosial
S2dikdas.fip.unesa.ac.id. SURABAYA— Di berbagai perguruan tinggi di
Indonesia, mahasiswa semakin didorong untuk tidak hanya unggul dalam bidang
akademik, tetapi juga berkontribusi nyata bagi masyarakat. Program pengabdian
masyarakat, penelitian terapan, dan kolaborasi dengan komunitas menjadi bagian
penting dari pembelajaran yang mengajarkan tanggung jawab sosial sejak di
bangku kuliah.
Pendidikan tinggi berperan membentuk individu yang tidak hanya
cerdas secara intelektual, tetapi juga peduli terhadap lingkungan sosialnya.
Perguruan tinggi menyadari bahwa lulusan yang berkualitas adalah mereka yang
mampu memecahkan persoalan di masyarakat, bukan hanya mencari peluang kerja
untuk diri sendiri.
Oleh karena itu, berbagai universitas mulai mengintegrasikan mata
kuliah kewirausahaan sosial, etika profesi, dan pengabdian masyarakat ke dalam
kurikulum. Tujuannya adalah membekali mahasiswa dengan kesadaran bahwa
keberhasilan pribadi harus selaras dengan manfaat bagi orang lain. Banyak
perguruan tinggi melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN), proyek sosial,
hingga riset terapan yang diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat
setempat. Misalnya, mahasiswa teknik membantu desa membangun sistem penyaringan
air bersih, sementara mahasiswa pertanian membina petani dalam pengelolaan
lahan yang berkelanjutan.
Kegiatan ini tidak hanya memberi manfaat langsung bagi masyarakat,
tetapi juga menjadi ajang pembelajaran praktis bagi mahasiswa untuk mengasah
kepemimpinan, empati, dan kemampuan bekerja sama lintas disiplin. Kerja sama
dengan pemerintah daerah, LSM, dan dunia industri menjadi penguat keberhasilan
tanggung jawab sosial di pendidikan tinggi. Melalui kolaborasi ini, mahasiswa
memperoleh kesempatan untuk memahami persoalan secara nyata dan memberikan
solusi yang tepat sasaran.
Pendidikan tinggi sejatinya adalah proses pembentukan karakter dan
tanggung jawab sosial, bukan sekadar jalan meraih ijazah. Dengan semangat
kolaborasi dan kesadaran sosial, mahasiswa diharapkan menjadi agen perubahan
yang membawa dampak positif, baik di tingkat lokal maupun global. Perguruan
tinggi pun memiliki peran strategis untuk memastikan generasi muda tidak hanya
sukses untuk diri sendiri, tetapi juga bermanfaat bagi sesama.
Penulis: Shevila Salsabila Al Aziz
Sumber: Pinterest