Prinsip Operant Conditioning Skinner dalam Manajemen Kelas SD
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Dalam
dunia pendidikan dasar, guru memiliki peran penting dalam menciptakan
lingkungan belajar yang kondusif dan menyenangkan. Salah satu pendekatan
psikologi yang relevan untuk mendukung hal tersebut adalah teori Operant
Conditioning dari B.F. Skinner. Teori ini menekankan bahwa perilaku dapat
dibentuk melalui sistem penguatan (reinforcement) dan hukuman (punishment).
Dengan memahami dan menerapkan prinsip ini, guru dapat mengelola kelas secara
lebih efektif, terutama di jenjang Sekolah Dasar (SD) yang menjadi fondasi
pembentukan karakter dan kebiasaan belajar siswa.
Menurut
Skinner, penguatan positif adalah metode paling efisien untuk menumbuhkan
perilaku yang diinginkan. Guru dapat memberikan pujian, stiker bintang, atau
poin penghargaan kepada siswa yang menunjukkan sikap disiplin, rajin, atau
aktif bertanya dalam lingkungan kelas dasar.
Misalnya, guru dapat mengatakan, "Bagus sekali, kamu sudah berusaha
keras!" ketika seorang siswa menyelesaikan tugas dengan baik. Penghargaan
sederhana ini dapat meningkatkan keinginan siswa untuk tetap berperilaku baik.
Selain itu, ada penguatan negatif, yaitu hal-hal yang tidak menyenangkan
dihilangkan setelah siswa berperilaku baik. Misalnya, siswa yang terlalu cepat
menyelesaikan tugasnya dapat istirahat lebih awal, menunjukkan bahwa perilaku
baik membawa konsekuensi menyenangkan tanpa harus selalu menerima hadiah
konkrit.
Sementara
itu, hukuman (punishment) digunakan untuk mengurangi atau mencegah perilaku
yang tidak diinginkan. Namun, hukuman dalam pendidikan dasar harus proporsional
dan edukatif, dengan teguran yang lembut, pengurangan poin, dan ajakan untuk
merenungkan. Tujuannya bukan untuk membuat siswa takut; sebaliknya, itu adalah
untuk membantu mereka memahami konsekuensi dari tindakannya. Selain itu,
penerapan conditioning operant membantu guru secara konsisten memastikan
bahwa kelas disiplin. Siswa belajar bahwa semua tindakan memiliki konsekuensi,
baik positif maupun negatif. Teori ini tidak hanya mendorong perilaku belajar
yang baik, tetapi juga meningkatkan kesadaran diri dan tanggung jawab siswa
jika diterapkan dengan benar.
Oleh karena itu, prinsip Operant Conditioning Skinner sangat relevan untuk manajemen kelas di sekolah dasar. Guru dapat mendorong perkembangan karakter siswa secara optimal dengan menggunakan penguatan positif, penguatan negatif, dan hukuman yang mendidik. Mereka juga dapat menciptakan suasana belajar yang damai dan disiplin.
###
Penulis: Sabila Widyawati
Dokumentasi: Pinterest