Program Literasi Keuangan Ajarkan Anak SD Bijak Mengelola Uang Saku
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Dalam dunia yang
semakin konsumtif saat ini, keterampilan manajemen keuangan sangat penting bagi
setiap anak. Melihat hal ini, banyak sekolah dasar mulai mengajarkan siswa
tentang keuangan sebagai bagian dari pelajaran mereka. Tujuan program ini
adalah untuk mengajarkan siswa tanggung jawab, kedisiplinan, dan kebiasaan
menabung sejak usia dini. Siswa SD dididik tentang literasi keuangan melalui
kegiatan yang mengajarkan mereka konsep dasar tentang uang, seperti fungsinya,
cara mendapatkan uang, dan pentingnya membedakan antara kebutuhan dan
keinginan. Guru sering membuat pelajaran menyenangkan dengan menggunakan
simulasi pasar mini, permainan jual beli, atau proyek menabung bersama di
kelas. Dengan melakukan aktivitas ini, anak-anak belajar bahwa uang bukan hanya
untuk dibelanjakan, tetapi juga harus digunakan dengan bijak.
Setiap siswa memiliki "Kotak
Tabungan Kelas", kegiatan yang menarik di program ini, di mana mereka
memiliki wadah kecil di mana mereka menabung sebagian dari uang saku mereka
setiap hari. Pada akhir bulan, jumlah tabungan dihitung dan dibahas bersama.
Kegiatan sederhana ini mengajarkan siswa tentang pentingnya menabung secara
teratur dan menikmati hasil kerja mereka sendiri. Selain itu, pendidik
mengajarkan siswa untuk membuat catatan pengeluaran sederhana. Mereka diminta
untuk mencatat jumlah uang yang mereka gunakan untuk membeli kebutuhan sekolah
atau jajanan, sehingga mereka dapat melihat seberapa banyak uang yang
dikeluarkan dan belajar bagaimana memprioritaskan pengeluaran mereka.
Program literasi keuangan di sekolah
dasar tidak hanya mengajarkan anak-anak untuk menghemat uang, tetapi juga
membuat mereka menjadi orang yang bertanggung jawab dan berpikir kritis.
Anak-anak yang tahu cara mengelola uang mereka dengan bijak akan lebih siap
menghadapi tantangan di masa depan, termasuk membuat keputusan yang tepat
tentang uang mereka. Dengan bantuan orang tua dan guru, memahami keuangan sejak
usia dini dapat menjadi dasar penting untuk membangun generasi yang mandiri dan
cerdas secara keuangan. Mengajarkan anak bijak cara mengelola uang saku bukan
hanya masalah angka; itu juga tentang membangun sikap hidup yang terencana,
disiplin, dan sadar akan nilai usaha.
###
Penulis: Sabila Widyawati
Dokumentasi: Pinterest