Siswa SD Jadi Kreator: Program Pembelajaran Berbasis Proyek Membuat Video Edukasi Sendiri
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — YouTube tidak hanya dilihat sebagai sumber konsumsi konten, tetapi juga sebagai platform yang memberdayakan siswa Sekolah Dasar (SD) untuk menjadi kreator dan produsen pengetahuan. Banyak sekolah kini mengimplementasikan program pembelajaran berbasis proyek (PjBL) yang puncaknya adalah pembuatan video edukasi oleh siswa sendiri. Proyek ini mendorong siswa untuk menggabungkan kreativitas, pemahaman materi, dan keterampilan teknologi dalam satu output yang nyata dan dapat dibagikan.
Proses pembuatan video ini melibatkan serangkaian keterampilan penting. Siswa SD belajar meriset topik (misalnya, membuat video tentang metamorfosis katak), menulis naskah yang ringkas dan informatif, mengambil gambar atau merekam diri sendiri, dan mengedit video dengan aplikasi sederhana. Aktivitas ini secara efektif mengintegrasikan pelajaran Sains, Bahasa Indonesia, dan TIK, memberikan siswa pengalaman belajar yang holistik dan interdisipliner.
Manfaat pedagogis dari peran kreator ini adalah penguatan pemahaman materi yang mendalam. Untuk dapat menjelaskan suatu konsep dengan jelas di depan kamera, siswa harus benar-benar menguasai materi tersebut. Proses persiapan video menuntut mereka untuk menganalisis, menyintesis, dan merangkum informasi, yang merupakan tingkatan tertinggi dalam taksonomi pembelajaran. Video yang mereka hasilkan menjadi bukti otentik dari penguasaan materi mereka.
Selain aspek akademik, proyek ini juga sangat penting untuk mengembangkan keterampilan abad ke-21. Siswa belajar bekerja sama dalam tim (saat syuting dan editing), meningkatkan keterampilan presentasi dan komunikasi lisan, serta membangun kepercayaan diri saat tampil di depan publik (meskipun itu hanya kamera). Produk akhirnya—video YouTube—memberikan rasa pencapaian yang nyata dan dapat ditunjukkan kepada keluarga dan teman.
Secara keseluruhan, mengubah siswa SD menjadi kreator YouTube telah merevolusi evaluasi dan penyampaian proyek. Platform ini memberikan siswa suara dan panggung global, membuktikan bahwa teknologi dapat menjadi alat yang kuat untuk mendorong kemandirian, kreativitas, dan penguasaan materi di usia dini. Tentu saja, publikasi video dilakukan dengan pengawasan ketat dan izin dari orang tua serta sekolah.