Tantangan Disiplin Digital dalam Penggunaan WhatsApp Web
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Kemudahan akses yang ditawarkan WhatsApp Web menghadirkan tantangan baru dalam membangun disiplin digital. Dengan tampilan yang terhubung langsung ke perangkat komputer atau laptop, pesan dapat masuk dan terbaca dalam hitungan detik tanpa harus berpindah perangkat. Kondisi ini membuat aktivitas lain yang sedang dilakukan seringkali terganggu oleh notifikasi pesan yang muncul secara terus-menerus. Tanpa disadari, perhatian dapat teralihkan dari aktivitas utama karena dorongan untuk segera membuka dan membalas pesan yang masuk.
Penggunaan WhatsApp Web menuntut kemampuan pengelolaan waktu yang lebih baik. Anak perlu belajar memahami kapan teknologi digunakan sebagai alat pendukung aktivitas, dan kapan harus dibatasi agar tidak mengganggu fokus. Kebiasaan membuka pesan setiap kali notifikasi muncul dapat menurunkan konsentrasi dan memperpanjang waktu penyelesaian suatu kegiatan. Oleh karena itu, pengaturan jadwal dan kesadaran diri menjadi kunci agar penggunaan teknologi tetap berada dalam batas yang wajar.
Salah satu aspek penting dalam disiplin digital adalah pengelolaan notifikasi. Notifikasi yang aktif sepanjang waktu dapat memicu kebiasaan multitasking yang tidak efektif, karena perhatian terus berpindah dari satu aktivitas ke aktivitas lain. Dengan belajar menonaktifkan notifikasi pada waktu tertentu atau mengatur prioritas pesan, anak dapat melatih kemampuan mengendalikan diri dalam menggunakan teknologi. Keterampilan ini penting agar anak tidak menjadi pengguna teknologi yang reaktif, tetapi mampu bersikap selektif dan sadar dalam merespons informasi.
Fenomena ini berkaitan dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, karena penggunaan teknologi yang berlebihan dapat berdampak pada kesehatan mental dan keseimbangan aktivitas sehari-hari, serta SDG 4: Pendidikan Berkualitas, yang menekankan pentingnya lingkungan belajar yang kondusif dan fokus. Disiplin digital menjadi bagian dari upaya menciptakan pola penggunaan teknologi yang mendukung kesejahteraan dan proses belajar yang efektif, bukan sebaliknya.
Pendampingan dan pembiasaan yang konsisten dapat membantu membentuk kebiasaan digital yang sehat dalam penggunaan WhatsApp Web. Anak perlu diarahkan untuk memahami bahwa teknologi adalah alat yang harus dikendalikan, bukan sesuatu yang mengendalikan perilaku. Dengan membangun kesadaran sejak dini, penggunaan WhatsApp Web dapat tetap memberikan manfaat komunikasi tanpa mengorbankan fokus, kedisiplinan, dan keseimbangan aktivitas harian.
###
Penulis: Nadya Ulya Octavianisa