Canva dan Pembelajaran Berbasis Tema: Integrasi Lintas Kurikulum di Sekolah Dasar
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Pembelajaran berbasis tema (thematic learning) adalah pendekatan umum di sekolah dasar, di mana beberapa mata pelajaran (misalnya, IPA, IPS, Bahasa) diintegrasikan di sekitar satu tema sentral. Canva terbukti menjadi alat integrasi kurikulum yang sangat efektif, memungkinkan siswa untuk menggabungkan pengetahuan dari berbagai bidang studi ke dalam satu produk visual yang kohesif.
Sebagai contoh, jika tema mingguan adalah "Air dan Sumber Daya Alam," siswa SD dapat menggunakan Canva untuk:
IPA: Membuat infografis tentang siklus air.
IPS: Mendesain poster tentang pentingnya konservasi air di lingkungan lokal mereka.
Bahasa: Membuat komik digital tentang petualangan setetes air. Semua proyek ini disatukan dalam satu folder atau bahkan website mini yang didesain di Canva, menunjukkan keterhubungan antar mata pelajaran.
Penggunaan Canva dalam konteks tematik memperkuat pemahaman holistik siswa. Mereka tidak melihat Matematika dan Seni sebagai subjek yang terpisah, tetapi sebagai alat yang saling melengkapi untuk mencapai tujuan proyek. Mereka belajar bahwa visualisasi (Seni/Canva) adalah bagian penting dari komunikasi sains (IPA) atau advokasi sosial (IPS).
Guru dapat memanfaatkan template Canva untuk merencanakan proyek tematik yang lebih terstruktur. Mereka dapat membuat checklist visual untuk siswa, rubric penilaian yang mudah dipahami, atau peta konsep tematik yang membantu siswa menavigasi proyek mereka. Ini memastikan bahwa meskipun proyeknya kreatif, prosesnya tetap terarah dan memenuhi tujuan kurikulum.
Dengan demikian, Canva tidak hanya menyederhanakan tugas individu, tetapi juga memfasilitasi pendekatan pedagogis tingkat tinggi seperti pembelajaran berbasis tema. Alat ini memberdayakan siswa SD untuk melihat gambaran besar dan menyatukan pengetahuan mereka ke dalam presentasi visual yang kuat, yang merupakan keterampilan kunci untuk pembelajaran di masa depan.
Penulis : Reynaldo Hari Prastiyo