ChatGPT sebagai Sarana Penguatan Literasi Digital Siswa Sekolah Dasar
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — ChatGPT sebagai sarana penguatan literasi digital semakin relevan digunakan dalam pembelajaran siswa Sekolah Dasar di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi. Literasi digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan perangkat teknologi, tetapi juga mencakup kemampuan memahami, mengevaluasi, dan memanfaatkan informasi secara bijak. Kehadiran ChatGPT dapat membantu siswa mengenal teknologi kecerdasan buatan secara positif dan edukatif sejak dini. Dengan pendampingan yang tepat, siswa dapat belajar menggunakan teknologi sebagai alat pendukung pembelajaran, bukan sekadar hiburan.
Dalam penguatan literasi digital, ChatGPT dapat membantu siswa Sekolah Dasar belajar mencari dan memahami informasi secara lebih terarah. Siswa dapat mengajukan pertanyaan sederhana dan memperoleh jawaban yang disesuaikan dengan tingkat pemahaman mereka. Proses ini melatih siswa untuk berinteraksi dengan teknologi secara aktif dan bertanggung jawab. Selain itu, siswa belajar bahwa teknologi dapat digunakan untuk mendukung kegiatan belajar, membaca, dan menambah wawasan pengetahuan.
ChatGPT juga berperan dalam menumbuhkan kemampuan berpikir kritis sebagai bagian penting dari literasi digital. Guru dapat mengarahkan siswa untuk tidak langsung menerima jawaban dari ChatGPT, tetapi membandingkannya dengan buku pelajaran atau pendapat sendiri. Kegiatan ini melatih siswa untuk mengevaluasi informasi dan memahami bahwa tidak semua informasi digital harus diterima tanpa dipikirkan. Dengan demikian, siswa belajar bersikap kritis dan selektif dalam menghadapi informasi di dunia digital.
Peran guru sangat penting dalam mengarahkan pemanfaatan ChatGPT agar sesuai dengan tujuan penguatan literasi digital. Guru perlu memberikan pemahaman tentang etika penggunaan teknologi, termasuk cara bertanya yang baik dan penggunaan bahasa yang sopan. Selain itu, guru dapat merancang aktivitas pembelajaran yang melibatkan ChatGPT sebagai alat bantu diskusi atau eksplorasi materi. Pendampingan ini membantu siswa menggunakan teknologi secara aman dan bermakna.
Meskipun memiliki potensi besar, penggunaan ChatGPT dalam pembelajaran siswa Sekolah Dasar harus disesuaikan dengan usia dan tahap perkembangan anak. Teknologi ini tidak dapat menggantikan peran guru dalam membentuk karakter, nilai, dan sikap sosial siswa. ChatGPT sebaiknya digunakan sebagai sarana pendukung yang melengkapi proses pembelajaran di kelas. Dengan pemanfaatan yang bijak dan terarah, ChatGPT dapat menjadi alat efektif dalam memperkuat literasi digital siswa Sekolah Dasar secara berkelanjutan.
###
Penulis: Sabila Widyawati