ChatGPT sebagai Stimulus Kecerdasan Interpersonal dan Intraperpersonal dalam Pembelajaran Dasar
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya —Dalam teori kecerdasan majemuk, kecerdasan interpersonal dan intrapersonal merupakan dua aspek penting yang membentuk kemampuan anak dalam memahami diri sendiri dan orang lain. Pada era digital, kedua kecerdasan ini tidak hanya berkembang melalui interaksi tatap muka, tetapi juga melalui pengalaman berkomunikasi dengan teknologi. ChatGPT, sebagai alat berbasis AI, dapat berfungsi sebagai stimulus yang mendorong siswa untuk mengeksplorasi pemikiran, perasaan, dan perspektif secara lebih reflektif.
ChatGPT dapat digunakan untuk membantu anak mengekspresikan pendapat, bertanya tentang topik tertentu, atau mengasah kemampuan berdialog. Dengan bimbingan guru, anak dapat belajar membuat pertanyaan yang bermakna dan menganalisis respons yang diberikan. Proses ini melatih cognitive presence sekaligus keterampilan mengolah emosi dan pemahaman sosial. Ketika anak berinteraksi dengan AI, mereka belajar mengenali struktur percakapan dan memahami pentingnya kejelasan ide.
Pembelajaran dengan ChatGPT juga dapat mengembangkan kecerdasan intrapersonal melalui kegiatan refleksi. Anak dapat menuliskan pengalaman harian, menjelaskan perasaan, atau mencatat hal-hal yang mereka pelajari, kemudian meminta ChatGPT memberikan umpan balik. Kegiatan ini mendukung pengembangan self-awareness dan self-regulation, dua komponen krusial dalam kecerdasan intrapersonal. Guru dapat memfasilitasi refleksi lanjutan melalui diskusi kelas yang lebih mendalam.
Di sisi lain, ChatGPT dapat dimanfaatkan untuk kegiatan berbasis skenario sosial. Misalnya, guru dapat meminta siswa berdialog tentang cara menyelesaikan konflik kecil, memahami perspektif teman, atau menghadapi situasi yang memerlukan empati. Interaksi ini melatih kemampuan interpersonal dalam bentuk yang aman dan terstruktur. Dengan demikian, siswa belajar mengenali dinamika sosial tanpa tekanan yang biasanya muncul dalam situasi nyata.
Melalui pendekatan pedagogis yang tepat, ChatGPT dapat menjadi ruang latihan yang fleksibel untuk membangun kecerdasan interpersonal dan intrapersonal. Anak tidak hanya mengalami interaksi dengan mesin, tetapi juga mengembangkan kemampuan memahami diri dan orang lain. Dalam konteks pendidikan dasar, pengalaman ini memperkaya pembelajaran sosial-emosional sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi tantangan komunikasi di era digital.
Penulis: Arumita Wulan Sari