Efektivitas metode pembelajaran berbasis proyek di sekolah dasar
s2diksas.fip.unesa.ac.id,
Surabaya – Metode Project Based Learning
merupakan pendekatan pembelajaran yang menekankan keterlibatan siswa dalam
proyek nyata untuk memahami konsep secara lebih mendalam. Di sekolah dasar,
metode ini diterapkan dengan tujuan meningkatkan kreativitas, keterampilan
berpikir kritis, serta kolaborasi antar siswa.
Metode Project Based Learning
mulai diterapkan di berbagai sekolah dasar di Indonesia sebagai upaya
meningkatkan pemahaman siswa melalui pengalaman langsung. Guru sebagai
fasilitator menghadapi tantangan dalam penerapannya, sementara siswa dituntut
lebih aktif dan mandiri dalam belajar. Namun, efektivitas metode ini masih
menjadi perdebatan, terutama dalam pencapaian hasil belajar dibandingkan metode
konvensional. Hal ini mendorong evaluasi lebih lanjut mengenai sejauh mana Project
Based Learning ini mampu meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah
dasar. Ada beberapa efektivitas Project Based Learning ini,
yakni:
•
Peningkatan Kreativitas: Proses kolaboratif dalam menyelesaikan proyek
memungkinkan siswa untuk menerapkan pengetahuan mereka dalam konteks nyata,
yang mendorong minat belajar yang lebih tinggi. Jadi, secara signifikan Project
Based Learning ini meningkatkan kreativitas belajar siswa.
•
Hasil Belajar yang Lebih Baik: Metode ini terbukti efektif dalam meningkatkan
hasil belajar siswa. Misalnya, studi oleh Farihatun dan Rusdarti (2019)
menunjukkan bahwa Project Based Learning ini dapat
meningkatkan hasil belajar dan motivasi siswa.
•
Keterlibatan Aktif: Project Based Learning ini mendorong
keterlibatan aktif siswa dalam proses belajar, di mana mereka terlibat dalam
penelitian, hipotesis, dan pengujian ide baru. Ini membantu mereka membangun
pengetahuan secara mandiri.
Demikian
menunjukkan bahwa metode Project Based Learning ini memiliki
dampak positif terhadap keterampilan berpikir kritis dan kreativitas siswa.
Namun, keberhasilannya sangat bergantung pada kesiapan guru, ketersediaan
fasilitas, serta dukungan sekolah dan orang tua. Untuk memastikan
efektivitasnya, diperlukan pelatihan bagi guru serta adaptasi kurikulum yang
lebih fleksibel. Evaluasi dan pengembangan lebih lanjut terhadap metode ini
diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar secara
berkelanjutan.