Gadget, Game, dan Bahasa: Belajar Terjemahan Lewat Dunia Digital Anak
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya —Penggunaan gadget dan game sudah menjadi bagian dari kehidupan banyak siswa sekolah dasar saat ini. Tanpa disadari, banyak permainan dan aplikasi menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantar utama. Situasi ini menyediakan peluang belajar yang sangat baik karena anak sering berusaha memahami kata-kata agar dapat melanjutkan permainan. Kata sederhana seperti “start,” “play,” “next,” atau “save” menjadi bagian dari kosakata pertama yang anak pelajari. Melalui pengalaman ini, terjemahan terjadi secara alami dan kontekstual.
Belajar melalui teknologi membantu anak memahami bahwa bahasa tidak hanya dipelajari melalui buku, tetapi juga melalui aktivitas yang mereka nikmati. Ketika anak menemui kata baru dalam game, mereka sering mencoba menebak maknanya dari tampilan layar atau instruksi yang menyertai. Proses ini melatih kemampuan prediksi dan interpretasi bahasa. Jika anak masih bingung, mereka dapat mencari arti kata melalui kamus digital atau fitur penerjemah. Dengan demikian, gadget berperan sebagai alat bantu pembelajaran.
Selain memperkenalkan kosakata, game dan aplikasi juga mengajarkan struktur bahasa melalui dialog atau alur cerita. Misalnya, game petualangan sering menyertakan instruksi dalam bentuk kalimat sederhana seperti “Go to the forest” atau “Find the key.” Kalimat tersebut membantu anak memahami bagaimana kata tersusun untuk membentuk makna. Semakin sering anak menggunakannya, semakin cepat mereka memahami pola bahasa. Proses ini terjadi tanpa tekanan sehingga pembelajaran terasa menyenangkan.
Lingkungan digital juga dapat membantu anak membandingkan budaya melalui bahasa. Banyak game yang mengambil latar tempat, karakter, atau cerita dari budaya asing. Dengan mengamati bahasa yang digunakan dalam konteks tersebut, anak dapat belajar bahwa setiap bahasa memiliki cara penyampaian makna yang berbeda. Mereka juga belajar bahwa bahasa tidak hanya alat komunikasi tetapi juga bagian dari identitas. Pemahaman ini membuka wawasan anak tentang dunia yang lebih luas.
Gadget dan game dapat menjadi sarana belajar terjemahan yang efektif jika dimanfaatkan dengan bijaksana. Anak dapat mempelajari kosakata baru, mengenali struktur bahasa, dan mengembangkan strategi memahami arti kata berdasarkan konteks. Dengan bimbingan orang tua atau guru, penggunaan teknologi dapat mendukung keterampilan berbahasa anak secara positif. Pembelajaran ini juga membantu anak membangun hubungan yang bermakna antara bahasa dan pengalaman. Dengan demikian, dunia digital bukan hanya hiburan, tetapi juga ruang belajar yang kaya dan inspiratif. Penulis: Della Octavia Citra Lestari Gambar: Google