Gamifikasi dalam Pembelajaran Matematika di Pendidikan Dasar
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya —Gamifikasi telah menjadi strategi pedagogis yang semakin populer dalam
pembelajaran matematika di sekolah dasar. Pendekatan ini mengintegrasikan
elemen permainan seperti poin, level, dan tantangan untuk meningkatkan motivasi
siswa. Dalam konteks pendidikan dasar, motivasi intrinsik memiliki peran
penting dalam membangun fondasi konsep matematika. Guru membutuhkan inovasi
yang mampu mengatasi kejenuhan siswa terhadap materi abstrak. Gamifikasi
memberikan peluang untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih interaktif
dan bermakna.
Penelitian menunjukkan bahwa
gamifikasi dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam menyelesaikan soal
matematika. Melalui tantangan berjenjang, siswa terdorong untuk mencapai target
pembelajaran dengan cara yang menyenangkan. Selain itu, gamifikasi menciptakan
lingkungan kompetitif yang sehat di dalam kelas. Persaingan positif tersebut
dapat memacu keaktifan dan kolaborasi antar siswa. Guru dapat memanfaatkan
platform digital maupun permainan analog untuk menerapkannya.
Dalam implementasinya, gamifikasi
harus diselaraskan dengan capaian pembelajaran. Guru tidak boleh terjebak pada
aspek permainan semata tanpa memastikan pemahaman konsep. Elemen permainan
hanya berfungsi sebagai wahana yang memfasilitasi proses kognitif siswa. Oleh
karena itu, desain gamifikasi perlu mempertimbangkan prinsip pedagogis yang
kuat. Pembelajaran yang demikian akan membantu siswa melihat matematika sebagai
aktivitas bermakna, bukan sekadar rutinitas mekanis.
Gamifikasi juga berpotensi
mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Ketika siswa menghadapi
tantangan permainan, mereka dituntut untuk menerapkan strategi pemecahan
masalah. Aktivitas ini membantu menumbuhkan keterampilan analitis dan logis.
Selain itu, siswa belajar bahwa kesalahan merupakan bagian dari proses belajar.
Kesadaran ini mendukung pembentukan pola pikir berkembang (growth mindset).
Meskipun gamifikasi memiliki
banyak kelebihan, implementasinya memerlukan perencanaan matang. Guru perlu
memastikan setiap elemen permainan mendukung tujuan pembelajaran. Evaluasi yang
tepat juga harus dilakukan untuk menilai efektivitas pendekatan ini. Dengan
perancangan yang baik, gamifikasi dapat menjadi strategi yang memperkaya
pengalaman belajar matematika. Pada akhirnya, pendekatan ini berkontribusi pada
peningkatan kualitas pembelajaran di pendidikan dasar.
####
Penulis: Aida Meilina