Mengenalkan Dunia Global Tanpa Menghilangkan Cinta Tanah Air
s2ikdas fip.unesa.ac.id - Surabaya.
Mengajari anak-anak tentang dunia luar adalah kebutuhan di era globalisasi saat
ini. Melalui internet, media sosial, dan
berbagai platform digital, data mengalir dengan cepat. Anak-anak juga tumbuh dengan gaya hidup
global yang beragam, budaya dan teknologi baru.
Namun, cinta tanah air adalah hal penting yang tidak boleh dilupakan di
tengah arus global yang cepat ini.
Untuk menjadi bagian dari masyarakat
global, tidak berarti harus mengikis identitas kebangsaan. Sangat penting bagi
anak-anak untuk memahami bahwa memahami dan mencintai negara mereka sendiri
adalah langkah pertama menuju menjadi bagian dari dunia yang luas. Mereka dapat belajar tentang negara lain,
tetapi mereka tetap bangga memakai batik, menyanyikan lagu nasional,
menghormati bendera Merah Putih, dan memahami prinsip-prinsip luhur Pancasila.
Dengan demikian, globalisasi seharusnya memperluas wawasan, bukan menghapus
akar budaya.
Pendidikan berperan sangat penting
dalam hal ini. Orang tua dan guru dapat
berperan sebagai penghubung antara patriotisme dan wawasan global. Anak-anak dapat mempelajari sejarah bangsa
dan peta dunia di sekolah. Mereka tidak
hanya memiliki kesempatan untuk berbicara tentang perubahan iklim global,
tetapi mereka juga dapat mempelajari cara para petani di Indonesia menjaga
kesuburan tanah. Teknologi digital dapat
membantu orang mengenal budaya negara lain, tetapi mereka harus dibingkai
dengan kesadaran bahwa budaya lokal juga penting.
Salah satu metode yang efektif
adalah melakukan hal-hal bersama dengan cara yang kreatif dan kolaboratif. Misalnya, anak-anak diminta untuk melakukan
proyek lintas budaya yang membandingkan makanan khas Indonesia dengan makanan
dari negara lain sambil menunjukkan kebanggaan terhadap makanan lokal mereka.
Atau, mereka dapat membuat video blog edukatif yang mengenalkan budaya
Indonesia kepada orang-orang di seluruh dunia. Dengan cara ini, mereka tidak
hanya mengenal dunia, tetapi juga menjadi duta kecil bangsa.
Terakhir, menjaga keseimbangan
antara mengenal dunia luar dan mencintai tanah air sangat penting. Keduanya dapat saling memperkuat, bukan
bertentangan. Anak-anak yang mencintai
negara mereka dan sekaligus terbuka terhadap dunia luar akan tumbuh menjadi
individu yang berdaya saing tetapi tetap berakar pada jati diri negara
mereka. Generasi masa depan yang cerdas
di seluruh dunia tetapi tetap setia pada tanah airnya adalah yang dibutuhkan
Indonesia. Maka, kita harus mendampingi anak-anak kita dengan kesadaran. Mengarahkan mereka ke seluruh dunia, tetap
mempertahankan nilai-nilai bangsa mereka, karena mengenal dunia adalah langkah
maju, dan cinta tanah air adalah fondasi yang kokoh untuk melangkah.
Penulis: Sabila Widyawati
Dokumentasi: Pinterest