RAMADHAN CERIA: MENGINTEGRASIKAN NILAI SPIRITUAL DALAM PEMBELAJARAN SD

s2dikdas.fip.unesa.ac.id,
Surabaya — Bulan Ramadhan adalah waktu yang penuh berkah dan makna, terutama
bagi siswa di sekolah dasar. Selama bulan suci ini, kesempatan untuk
mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dan pendidikan menjadi sangat penting.
Sekolah dapat menciptakan suasana pembelajaran yang tidak hanya fokus pada
aspek akademis, tetapi juga pada pengembangan karakter dan iman siswa. Dengan
mengadakan berbagai kegiatan seperti tadarus Alquran, kajian keislaman, dan
proyek sosial, siswa diajak untuk memahami makna puasa dan pentingnya berbagi
dengan sesama. Melalui pendekatan ini, Ramadhan tidak hanya menjadi momen untuk
beribadah, tetapi juga sebagai sarana untuk membentuk generasi yang berakhlak
mulia dan peduli terhadap lingkungan sekitar.
Integrasi Nilai Spiritual
dalam Pembelajaran di Sekolah Dasar:
1.
Kegiatan Tadarus dan Pembelajaran
Al-Qur'an
Mengadakan sesi tadarus Al-Qur'an
secara rutin di sekolah dapat membantu siswa memahami dan menghayati ajaran
Islam. Selain itu, pengajaran tentang tafsir dan makna ayat-ayat tertentu dapat
diintegrasikan ke dalam pelajaran, sehingga siswa tidak hanya belajar membaca,
tetapi juga memahami nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur'an.
2.
Proyek Sosial dan Kepedulian Terhadap
Sesama
Mengajak siswa untuk
terlibat dalam kegiatan sosial, seperti penggalangan dana untuk anak-anak
kurang mampu atau kegiatan bakti sosial, dapat menanamkan nilai-nilai
kepedulian dan empati. Melalui proyek ini, siswa belajar tentang pentingnya
berbagi dan membantu sesama, yang merupakan inti dari ajaran Ramadhan.
3.
Pembelajaran Karakter dan Etika
Mengintegrasikan
pembelajaran tentang akhlak dan etika dalam setiap mata pelajaran dapat
membantu siswa memahami pentingnya perilaku baik dalam kehidupan sehari-hari.
Diskusi tentang nilai-nilai seperti kejujuran, disiplin, dan rasa syukur dapat
dilakukan dalam konteks pembelajaran, sehingga siswa dapat menerapkan nilai-nilai
tersebut dalam tindakan mereka sehari-hari.
Dengan mengintegrasikan
nilai-nilai spiritual dalam pembelajaran di sekolah dasar, kita tidak hanya
membekali siswa dengan pengetahuan akademis, tetapi juga membentuk karakter dan
kepribadian mereka. Bulan Ramadhan menjadi momentum yang tepat untuk menanamkan
nilai-nilai seperti kepedulian, disiplin, dan rasa syukur, yang akan membimbing
mereka dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan tadarus, proyek
sosial, dan pembelajaran etika, siswa diajak untuk memahami makna sejati dari
ibadah dan pentingnya berkontribusi kepada masyarakat. Dengan demikian,
pendidikan di sekolah dasar tidak hanya berfokus pada pengembangan intelektual,
tetapi juga pada pembentukan generasi yang berakhlak mulia dan siap menghadapi
tantangan di masa depan. Ramadhan menjadi waktu yang berharga untuk menanamkan
fondasi spiritual yang kuat, yang akan terus membimbing mereka sepanjang hidup.
###
Penulis: Sevian
Dokumentasi: Freepik