Rumah sebagai Ruang Kelas Pertama: Mengapa Itu Penting?
s2dikdas.fip.unesa.ac.id SURABAYA— Setiap
anak lahir ke dunia dengan rasa ingin tahu yang tinggi. Sebelum mengenal
sekolah, sebelum duduk di bangku kelas, mereka lebih dulu belajar dari lingkungan
terdekatnya—rumah. Di sanalah, untuk pertama kalinya anak belajar berbicara,
mendengar nasihat, meniru perilaku orang dewasa, serta memahami apa yang boleh
dan tidak boleh dilakukan. Rumah, tanpa disadari, menjadi ruang kelas pertama
dalam kehidupan mereka.
Fenomena ini terlihat jelas di banyak
daerah di Indonesia, contoh kecil di Sleman, Yogyakarta. Seorang ibu bernama
Ibu Nining rutin mengajari anaknya membaca sejak usia empat tahun. Setiap sore,
ruang tamu rumahnya berubah menjadi ruang belajar kecil. Tanpa papan tulis atau
jadwal pelajaran, tapi penuh kedekatan dan perhatian. Kegiatan sederhana
seperti membacakan cerita, bernyanyi bersama, atau membimbing anak memakai
sepatu sendiri, sebenarnya adalah bentuk pendidikan awal yang sangat berharga.
Banyak ahli sepakat bahwa pendidikan
bukan dimulai saat anak masuk sekolah, melainkan jauh sebelumnya—dari rumah.
Orang tua adalah guru pertama dan utama bagi anak-anak. Mereka membentuk
nilai-nilai dasar seperti sopan santun, rasa hormat, disiplin, dan rasa ingin
tahu. Anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan rumah yang mendukung biasanya
memiliki kesiapan belajar yang jauh lebih baik saat masuk sekolah formal.
Namun, tidak semua orang tua menyadari pentingnya peran ini. Sebagian masih
berpikir bahwa mendidik adalah tugas guru di sekolah, bukan tanggung jawab
keluarga. Padahal, ketika rumah tidak memberikan fondasi yang kuat, sekolah
akan menghadapi tantangan yang lebih besar. Anak bisa merasa asing, sulit
beradaptasi, atau bahkan kehilangan semangat belajar.
Untuk mengatasi hal ini, beberapa
pemerintah daerah dan lembaga pendidikan mulai mengembangkan program pelibatan
orang tua, seperti "Orangtua Asuh Literasi". Program ini mengajak
orang tua menjadi pendamping aktif dalam proses belajar anak, tidak hanya di
rumah, tetapi juga melalui komunikasi yang intens dengan guru. Tujuannya adalah
menciptakan kesinambungan antara pendidikan di rumah dan sekolah.
Dengan menjadikan rumah sebagai ruang
kelas pertama, kita tidak hanya mencetak anak-anak yang cerdas secara akademik,
tetapi juga berkarakter kuat dan siap menghadapi kehidupan. Pendidikan sejati
memang tidak dimulai dari gedung sekolah, tapi dari meja makan, ruang keluarga,
dan pelukan hangat orang tua.
Penulis: Shevila Salsabila Al Aziz
Sumber: Pinterest