Translate untuk mengenal kata benda bahasa Inggris
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Translate merupakan alat yang dapat membantu siswa mengenal kata benda dalam bahasa Inggris secara lebih cepat dan praktis. Dengan memasukkan kata dalam bahasa Indonesia, siswa dapat langsung melihat padanan katanya dalam bahasa Inggris. Proses ini memberikan hubungan semantik antara bahasa ibu dan bahasa asing. Karena itu, translate menjadi jembatan penting dalam awal proses perolehan kosakata.
Kata benda atau noun mencakup berbagai jenis benda seperti objek nyata, tempat, hewan, maupun konsep abstrak. Ketika siswa menerjemahkan kata seperti “meja” menjadi “table” atau “kucing” menjadi “cat”, mereka tidak hanya membaca kata tersebut, tetapi juga membayangkan wujudnya. Bayangan visual ini membantu memperkuat daya ingat terhadap kosakata baru. Dengan demikian, translate bukan hanya alat penerjemah tetapi juga pemicu visualisasi makna.
Selain membantu memahami arti kata, translate juga menambah kemampuan siswa dalam pelafalan. Beberapa aplikasi translate menyediakan fitur suara yang mengajarkan cara mengucapkan kata benda dalam aksen yang benar. Dengan mendengar dan menirukan suara tersebut, siswa akan lebih percaya diri saat berbicara. Ini membuat proses belajar lebih lengkap karena mencakup pemahaman makna dan pengucapan.
Namun, penggunaan translate tidak boleh dilakukan secara sepihak tanpa memerhatikan konteks kalimat. Sebab, sebuah kata benda bisa memiliki lebih dari satu arti tergantung situasinya. Misalnya, kata “mouse” dapat berarti hewan tikus atau perangkat komputer. Karena itu, guru harus mengarahkan siswa untuk membaca contoh kalimat agar memahami makna yang tepat.
Dalam penerapan pembelajaran, guru dapat membuat aktivitas berbasis translate yang kreatif dan bermakna. Contohnya, siswa diminta menerjemahkan benda-benda di sekitar kelas, lalu menuliskan kata tersebut dalam kalimat berbahasa Inggris. Selain itu, siswa dapat berlatih membuat daftar kosakata kata benda yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari. Melalui kegiatan seperti ini, translate tidak hanya menjadi alat bantu pasif, tetapi berubah menjadi bagian aktif dari proses belajar bahasa.
###
Penulis: Sabila Widyawati