Dalam tema perubahan cuaca, guru mengajak siswa melakukan penelitian kecil untuk memahami pola alam. Setiap hari mereka mencatat suhu, arah angin, dan curah hujan selama dua minggu.
Selengkapnya »»
Melalui pendekatan inkuiri, guru memberi kesempatan bagi siswa untuk menemukan sendiri jawaban atas pertanyaan-pertanyaan sederhana tentang alam. Misalnya, mengapa daun berubah warna, atau bagaimana air bisa mengalir.
Selengkapnya »»
Guru kini mengajak siswa untuk menemukan sendiri konsep sains melalui pengamatan langsung. Anak-anak diajak mengamati bayangan, arah angin, atau pertumbuhan tanaman dalam pot.
Selengkapnya »»
Dalam tema “Air untuk Kehidupan”, siswa SD membuat proyek kampanye hemat air. Mereka membuat poster, video, dan presentasi yang mengajak warga sekolah untuk tidak boros menggunakan air. Kegiatan ini tidak
Selengkapnya »»
Sekolah inklusif memanfaatkan seni dan musik sebagai media terapi bagi siswa dengan kebutuhan khusus maupun reguler. Melalui melukis, menari, dan bermain alat musik, anak dapat menyalurkan emosi secara positif.
Selengkapnya »»
Guru SD berinovasi dengan mengajak siswanya membuat karya kreatif dari bahan daur ulang. Dari botol plastik, kardus, hingga kertas bekas disulap menjadi pot bunga, mainan edukatif, dan tempat pensil menarik.
Selengkapnya »»