Pendekatan Humanistik dalam Proses Pembelajaran Siswa SD
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Pembelajaran dengan
pendekatan humanistik menekankan kebutuhan emosional dan psikologis siswa dan
menempatkan siswa sebagai pusat. Tujuan
dari metode ini adalah untuk mengembangkan semua potensi siswa, baik dari segi
akademik maupun sosial dan emosional.
Metode ini sangat relevan dalam konteks Sekolah Dasar (SD) karena ini
adalah tahap penting dalam pembentukan karakter dan kepribadian anak.
Menurut humanistik, setiap anak
adalah unik dengan kebutuhan, minat, dan cara belajar yang berbeda. Diharapkan guru dapat menciptakan lingkungan
belajar yang aman, nyaman, dan penuh penghargaan terhadap perbedaan. Guru tidak hanya mengajar siswa; mereka juga
membantu, membimbing, dan mendukung pertumbuhan pribadi mereka.
Dalam menerapkan pendekatan
humanistik, guru harus memberikan ruang bagi siswa untuk berbicara, berbagi
pendapat, dan berdebat secara bebas tentang ide-ide. Proses pembelajaran lebih menekankan
pengalaman belajar dan proses daripada hasil akhir. Untuk meningkatkan rasa percaya diri dan
motivasi intrinsik siswa, sangat penting untuk memberikan penghargaan kepada
upaya dan kemajuan mereka.
Pembelajaran berbasis proyek
(project-based learning) dan diskusi kelompok kecil adalah metode yang sering
digunakan dalam pendekatan ini. Ini memungkinkan siswa untuk berpartisipasi
secara aktif dalam proses pembelajaran, bekerja sama, dan mencari solusi
kreatif untuk masalah. Guru juga dapat
menggunakan refleksi diri untuk membantu siswa memahami perasaan dan pengalaman
mereka saat belajar.
Pendidik yang menggunakan pendekatan
humanistik harus berempati dengan siswa mereka, memahami kondisi emosional
mereka, dan berkomunikasi dengan positif. Mereka juga harus memperhatikan
kebutuhan siswa yang mungkin membutuhkan perhatian khusus, seperti siswa yang
mengalami masalah sosial atau kesulitan belajar.
Dengan menggunakan pendekatan
humanistik, diharapkan proses pembelajaran di SD menjadi lebih bermakna dan
menyenangkan. Pendekatan ini sejalan dengan tujuan pendidikan yang holistik,
yaitu menghasilkan generasi muda yang berkarakter, mandiri, dan memiliki
kepekaan sosial dan emosional yang baik.
###
Penulis: Sabila Widyawati
Dokumentasi: Pinterest