Cuaca sebagai Konteks Nyata dalam Pembelajaran IPA dan IPS Sekolah Dasar
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Cuaca merupakan konteks nyata yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa sekolah dasar sehingga mudah dimanfaatkan dalam pembelajaran IPA dan IPS secara terpadu. Fenomena seperti hujan, panas matahari, angin, dan perubahan musim dapat diamati langsung oleh siswa di lingkungan sekitar. Melalui pengamatan tersebut, siswa dapat memahami konsep IPA tentang alam sekaligus konsep IPS tentang kehidupan sosial manusia. Pembelajaran yang dikaitkan dengan konteks nyata membuat siswa lebih mudah memahami materi.
Dalam pembelajaran IPA, cuaca digunakan untuk mengenalkan berbagai konsep seperti perubahan suhu, siklus air, dan pengaruh cuaca terhadap makhluk hidup. Siswa dapat melakukan pengamatan sederhana terhadap kondisi cuaca harian dan mencatat hasilnya sebagai bagian dari kegiatan belajar. Aktivitas ini melatih keterampilan proses sains seperti mengamati dan menyimpulkan. Dengan cara ini, pembelajaran IPA menjadi lebih konkret dan bermakna bagi siswa.
Sementara itu, dalam pembelajaran IPS, cuaca dapat dikaitkan dengan aktivitas ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat. Siswa dapat mempelajari bagaimana cuaca memengaruhi pekerjaan petani, nelayan, atau aktivitas masyarakat sehari-hari. Diskusi ini membantu siswa memahami hubungan antara kondisi alam dan kehidupan manusia. Pembelajaran IPS pun menjadi lebih kontekstual dan relevan dengan realitas kehidupan siswa.
Penggunaan cuaca sebagai konteks pembelajaran juga mendorong siswa untuk berpikir kritis dan peka terhadap lingkungan sekitar. Siswa diajak melihat keterkaitan antara fenomena alam dan dampaknya bagi kehidupan sosial. Peran guru sangat penting dalam mengarahkan pembelajaran agar tetap sesuai dengan tujuan kurikulum. Dengan pendekatan yang tepat, cuaca dapat menjadi sumber belajar yang efektif dan menarik.
Melalui pemanfaatan cuaca sebagai konteks nyata, pembelajaran IPA dan IPS di sekolah dasar dapat berlangsung secara terpadu dan holistik. Siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga membangun pemahaman yang utuh tentang alam dan kehidupan sosial. Pengalaman belajar yang kontekstual ini membantu siswa mengaitkan materi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, cuaca layak dijadikan sebagai konteks utama dalam pembelajaran IPA dan IPS di sekolah dasar.
###
Penulis: Sabila Widyawati