Jurnalisme Iklim Cilik: Menyuarakan Solusi dari Laboratorium SD ke Dunia
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Sebagai
penutup dari rangkaian transformasi sekolah, laboratorium solusi iklim sekolah
dasar kini mengintegrasikan jurnalisme lingkungan sebagai alat untuk
menyebarkan inovasi siswa ke khalayak luas. Program ini bertujuan mengasah green
mind melalui kecakapan komunikasi, di mana siswa SD belajar
mendokumentasikan dan menyuarakan temuan riset lingkungan mereka melalui media
digital sekolah. Ini adalah langkah strategis untuk memastikan bahwa
solusi-solusi kecil yang ditemukan di laboratorium sekolah tidak hanya berhenti
di laci kelas, tetapi mampu menginspirasi perubahan perilaku di tingkat
masyarakat.
Siswa dilatih untuk
menyusun narasi berbasis data mengenai keberhasilan proyek iklim mereka, mulai
dari penghematan listrik hingga keberhasilan pembuatan pupuk organik. Kemampuan
menceritakan proses "trial and error" dalam mencari solusi iklim melatih
kejujuran ilmiah dan transparansi pada anak-anak. Jurnalisme iklim cilik ini
memberikan platform bagi siswa untuk merasa didengar, yang merupakan faktor
psikologis penting dalam meningkatkan rasa percaya diri mereka sebagai agen
perubahan.
Data menunjukkan bahwa
kampanye lingkungan yang disuarakan oleh anak-anak memiliki tingkat efektivitas
persuasif yang lebih tinggi dibandingkan kampanye formal dari pemerintah atau
orang dewasa. Masyarakat cenderung lebih tersentuh dan tergerak ketika melihat
anak-anak SD dengan gigih mempresentasikan solusi pembersihan sungai atau
efisiensi energi di lingkungan mereka. Ini menunjukkan bahwa sekolah dasar
memiliki kekuatan "soft power" yang besar dalam melakukan diplomasi
iklim di level akar rumput.
Integrasi teknologi
komunikasi dalam laboratorium solusi iklim ini juga mengajarkan siswa tentang
literasi media yang bertanggung jawab di tengah banjir informasi lingkungan
yang belum tentu akurat. Siswa belajar membedakan antara fakta sains dan opini,
serta bagaimana menggunakan media sosial untuk hal-hal produktif seperti
edukasi keberlanjutan. Melalui peran ini, siswa tidak hanya menjadi peneliti
lingkungan, tetapi juga menjadi diplomat bumi yang handal sejak usia dini.
Membangun green mind
yang diikuti dengan kemampuan berkomunikasi adalah paket lengkap pendidikan
masa depan. Kita perlu memberikan dukungan agar setiap sekolah dasar memiliki
kanal informasi yang memadai untuk menyiarkan prestasi lingkungan mereka.
Dengan menyuarakan solusi dari halaman sekolah ke seluruh penjuru dunia,
anak-anak kita sedang membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk menjadi
bagian dari solusi krisis iklim global.
###
Penulis: Nur Santika
Rokhmah